Wanita itu berdiri dengan gaun yang benar-benar memperlihatkan lekuk tubuhnya. Mark memujinya, namun hanya dalam hati saja. "Aku tahu kamu akan berada di sini," kata Sandra, matanya menatap Mark dengan penuh kecurigaan. "Kenapa kamu tidak memberitahuku tentang jamuan ini, Sayang?" Mark berjalan mendekat, mencium pipi istrinya dengan gerakan cepat dan dingin. "Tentu saja aku tidak memberitahumu, Sayang. Ini adalah jamuan bisnis yang sangat informal, bukan urusan sosial kita. Aku datang untuk urusan bisnis penting dengan Tuan Bashir dari Dubai dan orang penting dari Singapura," jawab Mark, suaranya tenang dan penuh kontrol. Sandra melirik Mark dengan tajam. "Aku melihat mobilmu di luar. Aku khawatir kamu akan pergi ke tempat-tempat aneh lagi. Dan bukankah kamu bilang kalau datang sendi

