15. Tingkah Sang Presdir

1303 Kata

Mereka makan disana, masih di villa itu. Erlita sangat kaget dan bereaksi keras. Sebelum Erlita sempat bereaksi atau menolak, Mark menarik pinggangnya dengan tangan yang kuat, mendekatkan tubuh Erlita ke tubuhnya. Mark membungkuk. Napas Erlita tercekat saat ia merasakan bibir Mark merenggut bibirnya. Itu adalah ciuman yang mendadak, panas, dan menuntut. Bukan ciuman lembut, tapi sebuah ciuman yang seolah dia adalah milik Mark. Pria itu menciumnya dengan seluruh perasaannya, gairah, dan kecemburuan yang dipendamnya selama ini. Tangan Mark menekan pinggang Erlita, menahannya, memastikan Erlita tidak bisa mundur. Erlita memang tidak bisa bergerak setelahnya dan berusaha melawan tapi Mark sangat kuat, tubuh kekarnya menahan tubuh Erlita yang mungil. Erlita tentu saja terkejut setengah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN