16. Kebimbangan Erlita

1455 Kata

Erlita bingung, ia merasa salah tingkah. Seharusnya ini keputusan yang baik tapi atasannya cukup arogan. Apa mungkin ia harus memaksa karena tak mau masuk dalam lingkaran kehidupan yang aneh ini. “Kamu ingin resign?” Erlita mengangguk. Sudah dua kali pertanyaan itu diajukan. Pria itu seakan tak percaya kalau dia akan berhenti dari pekerjaan yang cukup menjanjikan masa depan ini. “Ya, Tuan Mark. Aku ingin keluar, ehm resign,” “Apa karena masalah kemarin?” Erlita menggeleng. Mark tidak percaya begitu saja dan menatap penuh selidik. "Baiklah, Erlita," ucap Mark, suaranya rendah tapi sepertinya seolah mengancam. "Ini maumu. Tapi … kamu akan membayar setiap rupiah yang kamu pinjam. Dan aku pastikan, dimanapun kamu bekerja setelah ini, aku akan tahu." “Aku akan usahakan mengembalikan s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN