Erlita menyapu lantai rumahnya dengan perasaan yang tak menentu. Ia memikirkan bagaimana caranya agar Mark tidak mengganggunya. Pria itu telah mengganggunya hingga tak bisa mendapat pekerjaan yang layak di kota ini. Kekuasaan Mark yang luas membuatnya menahan kengerian ini dalam diamnya. Ibunya yang masih sakit memerlukan obat dan ia bingung. Uang sudah mulai menipis, tidak ada lagi harapan untuknya memiliki pekerjaan agar bisa mendapatkan uang. Ia harus mencari pekerjaan di luar kota, mungkin Ardi bisa membantunya karena minggu yang lalu, Ardi bilang kalau ia akan pindah ke kota Bandung. Keputusan telah bulat. Erlita sadar bahwa selama ia masih menginjakkan kaki di kota yang sama dengan Mark Adrian, ia akan selalu berada di bawah bayang-bayang pria itu. Mark bukan hanya seorang Pres

