18. Rasa Penasaran Mark

1311 Kata

Sore itu, Erlita duduk di kursi kayu di depan kost-nya, melihat Ibunya yang sedang menyulam dengan tenang. Tidak ada lagi ketakutan akan kekurangan uang, dan yang paling penting, tidak ada lagi ketakutan akan dering ia dan ibunya bisa hidup tenang di kota ini tanpa merasakan tekanan. Erlita mengikuti saran Ardi untuk memutus jejak digital, dan ini benar-benar berhasil. Ia tidak lagi menggunakan media sosial, nomor teleponnya juga telah diganti, dan semua urusan administrasi di Jakarta diserahkan sepenuhnya pada Ardi sebagai perantara. "Ibu senang di sini, Nak," ucap Ibunya lembut, menatap Erlita. "Rasanya seperti di rumah kita sendiri. Warga sekitar juga baik," kata ibunya sambil tersenyum. Erlita membalas tersenyum dan menggenggam tangan Ibunya. "Erlita juga, Bu. Kita mulai sem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN