Malamnya, Mark pulang ke rumah dalam keadaan murka yang tertahan. Ia tidak menyapa Sandra dan langsung menuju bar pribadinya, menuangkan wiski kuat ke dalam gelasnya. Sandra muncul di ambang pintu, mengenakan gaun tidur sutra yang mewah. Ia memperhatikan suaminya dengan tatapan menyelidik. Ia belum lupa soal foto Mark di pemukiman kumuh waktu itu. Sampai sekarang ia terus curiga dan merasa Mark telah berubah. "Kamu tampak sangat gelisah, Mark," ucap Sandra sambil berjalan mendekat. Ia memandang penuh selidik. Mark baginya adalah segalanya tapi sejak tahu Mark bersikap aneh, ia merasa harus mengawasinya. "Apa proyek di Singapura benar-benar serumit itu sampai kamu terlihat seperti ingin membunuh seseorang?" tanyanya dengan penuh penasaran. Mark meminum wiskinya sekali teguk. "Hanya

