Ardi tiba di kota Bandung saat matahari mulai condong ke barat. Ia merasa sangat senang, membayangkan senyum Erlita saat melihatnya membawa martabak kesukaannya. Ia membelokkan motornya ke jalan kecil menuju kost-kostan Erlita, lalu berhenti tepat di depan area kost Erlita yang ternyata pintunya tengah terbuka. Hari ini, Erlita sedang libur, dan terlihat sibuk di depan kostnya. Banyak pembeli yang datang dan pergi untuk membeli jualan ibunya Erlita yang semakin hari semakin laris saja. Setiap ia menghubungi Erlita pasti selalu bercerita tentang jualan ibunya yang mulai laku sejak hari pertama jualan. Bahkan rencananya akan menyewa kios sekaligus bisa untuk tidur mereka nantinya. "Er! Ibu!" seru Ardi riang sambil menenteng tas bawaannya. Erlita mendongak, sedari tadi ia menunduk terus

