Sejenak setelah ia terdiam, ia merasakan sedikit perubahan dalam raut wajahnya ketika melihat jelas penumpang mobilnya. Setelah tadi cukup tegang saat melihat mobil hitam, ia kini merasa lega karena ternyata pengemudi mobil hitam itu adalah seorang wanita yang membawa seorang anak balita. Erlita mengambil napas, lalu mengeluarkannya dengan lega. ‘Alhamdulillah, ternyata bukan, kirain orang itu,’ batinnya penuh kelegaan. Ibunya menggandeng tangannya dan memintanya masuk ke sebuah rumah yang modelnya minimalis bercat biru muda. Mereka mendapatkan pesanan untuk besok pagi dan warung akan tutup sementara nantinya. Pagi berikutnya Erlita masih sibuk menyelesaikan pekerjaannya. Di Bandung ia sibuk dengan aktifitas yang sederhana dan jarang orang yang mau jika mengenal gengsi. Sedangkan d

