Part 22 Tidak pernah mengerti

777 Kata

"Tapi aku tidak punya uang, Hasna. Kau sendiri tahu kalau usahaku sudah di ambang kebangkrutan," ucap Arga. "Mas, kau bisa menjual rumah ini dan tinggal bersamaku." Hasna mengusulkan sebuah ide. Seketika itu pula, Arga menatap marah pada Hasna. "Apa kau bilang? Menjual rumah ini? Itu tidak akan pernah terjadi. Sekalipun aku kehilangan semuanya, aku tidak akan pernah menjual rumah ini!" hardik Arga dengan mata memerah penuh amarah. Baru kali ini, Hasna melihat Arga semarah itu. Hasna merasa tak ada yang salah dengan perkataannya. Apa salahnya jika mereka tinggal bersama. Bila perlu, mereka bisa menikah dulu. Hasna tidak keberatan, lagi pula status Arga juga sudah bercerai. "Dengar Hasna! Kau jangan lancang ingin menjual rumah ini. Memangnya kau siapa?" Arga kembali membentak Hasna. "M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN