Hari itu, udara di kompleks perwira terasa berbeda. Langit memutih, tanpa bayangan matahari. Dan di d**a Aruna, ada rasa hampa yang tidak bisa dijelaskan—seolah sesuatu sedang menunggu untuk ditemukan, meski ia sendiri belum tahu apa. Sudah tiga hari sejak Raka dipindahkan tugas. Tiga hari juga sejak ruang tamu rumah Jenderal dipenuhi sunyi. Tidak ada suara langkah Raka di koridor, tidak ada teguran lembut saat ia lupa makan, tidak ada siapa pun yang berdiri di belakangnya saat ia menatap jendela terlalu lama. Kosong. Terlalu tenang. Dan justru keheningan itu yang membuat Aruna resah. Untuk mengusir pikirannya, pagi itu ia pergi ke ruang arsip militer di lantai bawah kompleks. Tempat itu sunyi, hanya suara mesin pendingin dan gesekan kertas. Ruangannya luas, berisi rak-rak besi p

