Langit malam di kompleks militer tampak muram, seolah ikut menahan napas bersama suasana yang menekan di kamar Aruna. Di luar, suara langkah prajurit bergema samar di antara bayangan lampu temaram. Tapi di dalam ruangan itu, hanya ada keheningan berat yang membuat d**a sesak. Aruna duduk di tepi ranjang, masih memandangi foto lama yang ia temukan di arsip siang tadi—foto ayahnya dan ayah Raka berdiri berdampingan, berseragam sama, tersenyum di depan tenda operasi lapangan bertanda Operasi Dahana 09. Di bawahnya, sebuah cap merah samar bertuliskan RAHASIA MILITER. Tangannya bergetar. Setiap kali menatap foto itu, perasaannya bergejolak antara rindu, bingung, dan marah. “Kenapa semuanya harus seperti ini…?” gumamnya pelan, hampir seperti bisikan untuk dirinya sendiri. Ia menutup mata, me

