BAB 13

1985 Kata

Udara pagi di perbukitan itu terasa lembap, bercampur aroma tanah basah dan dedaunan yang baru diguyur hujan semalam. Kabut masih menggantung rendah di antara pepohonan. Dari kejauhan, suara ayam berkokok terdengar bersahutan, menyambut matahari yang malu-malu muncul di balik kabut. Aruna berdiri di depan jendela kayu rumah panggung kecil yang kini menjadi tempat persembunyian mereka. Rambutnya yang biasanya rapi kini terurai berantakan. Seragamnya diganti dengan kebaya sederhana dan kain batik lusuh. Di wajahnya masih ada bayangan lelah setelah perjalanan malam penuh ketegangan. Ia menarik napas dalam, mencoba mencerna kenyataan: ia, seorang dokter, kini harus berperan sebagai istri dari seorang ajudan yang dingin dan keras kepala. Semua ini gara-gara penyamaran. “Jangan banyak gerak d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN