Tanpa diberitahukan secara jelas pun Gazain bisa paham perasaan Ta. Rasanya seperti kisah hatinya untuk Khumaira, tak berbalas. Gazain yakin Ta sangat pandai menutupi perasaannya dari pandangan Reda, hingga wanita gila itu sampai tak bisa mendeteksi pria tulus yang menyayanginya di depan ini. Kini Reda malah lari dari Ta kepada Arthur. Memikirkannya saja sudah membuat sesak d**a Gazain. Meski hanya saudara kembar, Gazain sungguh tak rela akan kebodohan Reda, tetapi bagaimana lagi, dia sendiri yang akan menjalaninya. Gazain menghela napas lalu menyerahkan selembar gambar masa lalunya bersama Reda. “Aku sungguh-sungguh minta maaf padamu, Ta.” “Aku tidak menyesalinya.” Bahkan, Ta tersenyum setelah foto itu berpindah ke tangannya. Kini ia tak perlu merasa bersalah atau takut untuk menyimpan

