Bab 92

1180 Kata

Reda masuk taksi di sisinya ada Arthur. Setelah kemurkaannya membawa pergi dari Ta dan percakapan riang dengan Arthur, kini ada sesal di d**a. Reda terganjal perpisahan mereka yang diakhiri adu mulut. Harusnya Reda lebih tenang dan bersikap dengan lebih baik kepada suami kontraknya tersebut. Pandangan wanita itu masih tertinggal di sana, meski sudah tak terlihat lagi bangunan itu. Namun, Arthur tahu arah pandangan Reda yang menetapi perpustakaan Ta sehingga ia yang sampingnya merasa sedikit murka. “Kau ingin kuturunkan di sini?” tanya Arthur sedikit banyak mengancamnya. Sapaan itu membuat Reda mengalihkan matanya, mengakhiri rasa bersalah meninggalkan Ta. Kini duduknya lebih mantap ke depan meski raut wajahnya belum membaik sepenuhnya. “Jangan bodoh, Reda. Kau tahu dia tak bisa mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN