Bab 84

1106 Kata

Ta tak paham. Sudah sulit ia menerjemahkan halusinasi Reda, ditambah pula racau tak bermakna yang diselingi kata umpatannya. Reda merengek, berontak kaki di tempat tidur seperti balita yang harus dituruti keinginannya. "Ta ....! Kemari, Sayang!" Dua detik setelahnya Reda terkikik sendiri. "Ya ampun! Manis sekali memanggilnya begitu." "Ta!" Rengeknya manja merentangkan tangan seolah minta dipeluk. "Ta, Sayangku." Ta menggeleng keras. Ia sungguh tak tahu apa-apa sebelumnya, jika ternyata selama ini dirinya telah jadi bunga fantasi Reda. Entah apa yang diangankan wanita gila itu saat tiap malam mereka tidur bersama. Ta melangkah lebar kembali ke atap hanya untuk menjemput Memu yang teronggok sendirian. Ta ingat bahwa istrinya hanya punya boneka merah muda itu sebagai teman bicara. Ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN