Reda menghela napasnya. Bagaimana lagi ia bisa memperbaiki citra Abifata di depan Ta. Pria itu bermata empat, tidak bodoh, dan pernah hidup serumah serta tahu sendiri bagaimana Abifata sebagai ayah Reda. Semua hal tentang Reda tak perlu ditutupi lagi di depan Ta. “Aku di sini. Tidak ada sangkut paut dengan kehamilan Khumaira. Itu artinya aku sudah melakukan sesuatu, Ta,” pungkas Reda yakin. Tidak ikut campur lebih jauh dengan rencana busuk Abifata adalah sebuah gebrakan besar bagi Reda. Ta mengerjap, terkesiap. Demi Tuhan! Jantung Ta berdebar tak tenang atas ungkapan panjang itu. Terkesan tak ada apa-apa pengaruh Ta bagi Reda, tanpa ia sadari sebesar ini kehadirannya mengubah haluan hidup wanita malang itu. Terkenang Ta pada permintaan Gazain saat meminta menikahi Reda. Reda sekedar ter

