Leona menuruni anak tangga sembari menggerutu pelan, dia masih merasa kesal akan tingkah jail Damian. Leona memegangi dagunya, mengelus-elus dagu lancip itu pelan. Tangan Damian yang besar dan terasa hangat itu masih membekas terasa di dagu lancipnya. Sampai di lantai bawah, seorang pelayan yang melihat kehadiran Leona langsung menghampiri Leona yang masih berdiri di ambang tangga. "Ada yang bisa saya bantu Nona Muda?" tanya si Pelayan membungkuk tanda hormat. Leona merasa risih dengan perlakuan terlalu sopan pelayan itu, terlebih kalau dilihat pelayan wanita berambut hitam yang ada di hadapannya itu terlihat jauh lebih tua darinya. "Angkat wajah mu," ucap Leona lembut membuat si pelayan spontan mengangkat wajahnya dengan gelagapan dan takut. "Maaf Nona, apa saya berbuat salah?" tany

