Will baru saja tiba di ruangan Damian yang ada di kantor, mata lelaki itu sedikit melebar kala mendapati ruangan selaku CEO itu kosong "Tumben sekali dia terlambat." Will bergumam seraya meraih ponsel yang ada dalam saku celananya. Lelaki berkaca mata itu berjalan menuju sofa yang ada di tengah ruangan, mata dan jari tangan kananya masih fokus pada ponsel pintarnya. Will mendudukan dirinya diatas sofa setelah meletakan tas hitam berisikan dokumen-dokumen penting yang di bawanya, kini Will mulai menempelkan ponsel pintarnya itu kearah telinganya setelah lebih dulu menelpon Damian. Tak butuh deringan ketiga suara Damian sudah terdengar menjawab panggilan telpon dari Will. "Hallo Will?" ucap Damian nadanya terdengar begitu ceria dan senang di telinga Will. Lelaki berkaca mata itu terdiam

