Senna tak membuka suaranya selama diperjalanan pulang. Wajahnya datar, seperti banyak hal yang sedang gadis itu pikirkan. Oh tentu saja, isi kepala Senna sedang berisik sebab ia habis menghadapi situasi yang rumit. Mengaku sebagai calon istri Dhaffi di depan Arya yang notebene sedang dia digantungkan pernyataan cintanya. Sebetulnya, Senna sudah memiliki jawaban untuk Arya. Tapi sepertinya semua tidak akan berjalan mulus setelah kejadian mala mini. "Kamu kenapa?" Dhaffi yang sedari tadi juga bungkam kini tak tahan untuk membuka suaranya. Sejujurnya, walau hanya diam, tapi Dhaffi beberapa kali mencuri pandang, memastikan kalau Senna tidak tidur atau menangis tanpa suara. Ya, mungkin saja gadis itu menyesal karena sudah menerima permintaannya untuk menjadi pacar pura-pura. Ah, ralat, bukan

