Senna menatap Dhaffi serius, menunggu pria itu membuka suaranya. Mobil yang Dhaffi kendarai sudah tiba di tujuan, namun saat Senna hendak turun, Dhaffi menahannya. Sepertinya ada yang ingin pria itu sampaikan kepada Senna. “Mam-ma!” Kenzie terus mengoceh di belakang sana. “Mam-Ma!” imbuh Kenzie diiringi rengekan. Senna menoleh ke kursi dibelakang, “Sabar ya, sayang.” ujar Senna dengan lembut. Kini tatapan gadis itu kembali menoleh ke sebelahnya, menatap Dhaffi yang terlihat masih menimbang isi kepalanya. “Pak, mau ngomong apa?” tegur Senna sebab Dhaffi tak kunjung membuka suaranya. “Eum.., begini, Nna, boleh tidak kalau salah minta tolong sama kamu?” Minta tolong? Kening Senna mengernyit. “Minta tolong apa, Pak?” Terlihat Dhaffi memainkan bibirnya, masih tersirat keraguan di gu

