"Pak, tolong jangan seperti ini, saya takut..," Dhaffi merunduk seraya mengeluarkan napas beratnya. Lirihnya Senna seketika meruntuhkan tekad pria itu untuk merealisasikan hasratnya yang naik. Dengan berat hati, Dhaffi kembali menurunkan Senna dari atas meja pantry. Dhaffi tatap wajah Senna yang pucat, tangannya lantas bergerak, mengusap pipi Senna dengan lembut. "Maaf," ujarnya dengan perasaan bersalah. Sentuha hangat itu membuat Senna tersadar dan segera mengangkat kepalanya. Dia yang semula ngeblank kini menghela napas lega. Jujur saja, Senna beneran shock saat Dhaffi menyerangnya tanpa aba-aba seperti tadi. "Saya mau cari udara dulu di luar," kata Dhaffi kemudian beranjak keluar dari kosan. Dia meringis malu ketika pintu kosan Senna dia tutup dari luar. Demi apapun, Dhaffi tidak me

