"Ini alasan kamu menolak pulang bareng saya?" Dhaffi bertanya dengan rahangnya yang mengeras tajam. Dia langsung menyuarakan isi hatinya begitu mobil Arya melenggang pergi usai menurunkan Senna. "Ada yang harus saya selesaikan dengan Pak Arya," jawab Senna berusaha tenang. Meski hatinya sedikit cemas melihat kemarahan di wajah Dhaffi saat ini. Dhaffi berdecih, dia lantas mengemam bibirnya. Masih banyak yang ingin Dhaffi pertanyakan, namun dia memilih untuk menelan kata-katanya kembali agar tidak membuat Senna sakit hati. Obsidian legam Dhaffi menatap Senna intens, dia membuang napas panjang mendapati bibir Senna yang pucat, rambut dan pakaian gadis itu juga basah dan... Ya Tuhan, Dhaffi baru menyadari kalau kemeja Senna menerawang. Segera Dhaffi memalingkan wajahnya. "Ayo masuk," Dhaffi

