"Saya sudah tidak bisa menunggu lagi, Nna. Jadi jangan gantungkan perasaan saya, jawab saya sekarang, di sini." Selain senang memberi tekanan dalam pekerjaan, ternyata Dhaffi juga senang memberi tekanan perihal perasaan seseorang, yang bahkan tidak bisa dipaksakan. Oh, Senna Ragnala membeku ditempatnya, dengan wajah memerah dan tatapan yang stabil berhenti pada satu titik, lawan bicaranya, Dhaffi Salendra. "Pak," Suara dengan penuh ketakutan itu meloncur dari bibir mungil Senna yang pucat. Senna baru saja mendapatkan pernyataan cinta, tapi reaksi gadis itu seperti habis menerima surat pemecatan dari atasan. "Senna, saya ngajak kamu kencan, bukan ngajak kamu ke neraka." Dhaffi sampai tidak habis pikir apa yang membuat gadis itu sampai berkeringat dingin dan bergetar ketakutan? Senna

