bc

Passionate Affairs

book_age18+
108
IKUTI
1.4K
BACA
forbidden
love-triangle
sex
arrogant
CEO
drama
comedy
sweet
office/work place
cheating
like
intro-logo
Uraian

Jika pasangan tidak menjaga perasaan, apakah salah jika kita melakukan hal yang sama? Lana terlalu sering kecewa hingga tidak bisa merasakan cinta. Saat ini, wanita itu hanya mencoba membuka hati. Siapakah sosok yang nanti akan Lana temui? Seorang laki-laki b******k seperri cinta pertamanya atau pria dewasa yang tampan dan mempesona.

chap-preview
Pratinjau gratis
Club Malam
Mungkin sekarang saatnya melepaskan karena tidak selamanya apa yang kamu genggam mampu bertahan. =========================================== Dentuman musik terdengar keras di telinga Artos. Laki-laki berumur 29 tahun yang merupakan suami dari Lana Laila wanita kelahiran 23 tahun silam. Merasa bosan dengan musik yang terus diputar, Artos memutuskan untuk meninggalkan club sebelum alkohol benar-benar menguasai kesadarannya. "s**t! Pusing banget kepala gue. Untung masih bisa nyetir," umpat Artos saat tiba di istana megah miliknya. "Lanaa! Kamu dimana? Suami pulang bukannya disambut malah ngilang," imbuhnya. Artos bicara sedikit melenceng karena pengaruh alkohol. Walau sebenarnya jika dia sadar juga tidak jauh berbeda dengan saat ini. "Iya mas, sebentar aku bukain pintu," teriak Lana seraya berlari kecil. "Loh mas, kamu mabuk?," tanya Lana saat mendapati keadaan suaminya yang hampir seperti gelandangan. "Bukan urusan kamu," ketus Artos. Laki-laki itu segera berjalan menuju kamarnya. Kamar yang hanya dipakai Artos jika dia pulang membawa teman wanitanya. Lana hanya bisa menitikan air mata melihat sang suami yang tidak berubah. "Sabar Lana, sabar," ucap Lana di tengah isaknya. Wanita itu mencoba tegar meski sebenarnya hatinya tidak setegar penampilannya. Lana hanya berusaha untuk berdoa semoga Artos segera menganggap kehadirannya. Malam berlalu begitu cepat untuk Artos, tapi tidak untuk Lana. Wanita itu kembali merasa sepi. Untuk apa memiliki suami jika dia tidak pernah dihargai. Tanpa sadar perlahan Lana memejamkan mata karena lelah oleh air mata. Paginya wanita itu terbangun karena mendengar kegaduhan di ruang tamu. Lana segera berjalan mengendap menuju asal suara. "Kamu tidak bisa seperti ini Artos! Meskipun aku keponakanmu, tapi aku sadar perbuatanmu itu salah. Apa kamu tidak mencintai istrimu? Pikirkan baik-baik Artos! Dia wanita yang tidak pernah tersentuh siapapun. Bahkan aku berani bertaruh jika hanya kamu yang menjama*nya," teriak Deon penuh amarah. Deon Sanjaya adalah keponakan Artos, tapi lain bagi Artos. Dia menganggap Deon hanyalah benalu yang ada di keluarganya. "Jangan ikut campur bocah!," teriak Artos. Sementara di tempat persembunyiannya, Lana mengerutkan dahi merasa heran dengan siapa sosok yang menjadi lawan bicara suaminya. "Siapa laki-laki itu! Kenapa aku baru melihatnya?," gumam Lana. "Aku memang anak kecil, tapi setidaknya aku masih punya hati untuk tidak menyakiti siapapun. Lihatlah dirimu yang begitu kotor menjadi*ah wanita malam di luar sana. Apakah pantas bersanding dengan seorang Lana yang nyaris sempurna?." "Diam Deon! Jika kamu menyukai istriku, ambilah! Dan ingat, jangan pernah mencampuri urusanku lagi!." "Apa? Apa Mas Artos baru saja menjualku? Siapa Deon? Aku bahkan tidak mengenalnya," gumam Lana. Deon menghela nafas melihat kelakuan Artos. Laki-laki keras kepala itu selalu mempermainkan Lana. Jika saja Artos tidak menikahi Lana, mungkin Deon akan menerima wanita itu. Namun status Deon dan Lana menjadi rumit semenjak Artos menikahinya. Jadi mana mungkin Deon mau mengambil Lana darinya. "Aarrggkkk! Lana kenapa suamimu keras kepala? Aku tidak tega melihatmu seperti iniini," ucap Deon putus asa seraya mengacak rambutnya. Setelah memastikan Artos pergi, Lana mulai menampakkan diri. Wanita itu menghampiri laki-laki yang didengarnya tadi bernama Deon. "Permisi," ucap Lana sopan. Deon melirik ke sumber suara. "Ah kamu, ada apa Lana?," tanya Deon. "Kamu mengenalku?," bukan menjawab, wanita itu malah balik bertanya. "Pertanyaan bodoh macam apa yang baru saja kamu tanyakan Lana?." "Tentu saja, aku masih ada hubungan darah dengan Artos. Oh ya maaf saat pernikahan kalian aku tidak bisa datang karena suatu hal," jelas Deon. "Tidak masalah, untuk apa Mas Deon membelaku seperti tadi?." Deon menatap Lana dengan lekat. Merasa heran kenapa baru kali ini ada wanita yang merasa tidak terbantu dengan pembelaannya. Ya, Deon adalah sosok baik hati yang selalu membela kebenaran. Tidak seperti Artos yang selalu memancing keributan dan menyakiti hati setiap wanita. Deon memegang pundak Lana. "Meskipun Artos menyuruhku mengambil kamu darinya, tapi percayalah aku tidak ada niat sedikitpun untuk itu. Aku hanya ingin dia menjadi suami yang bertanggung jawab tidak seperti ini. "Aku tidak apa-apa mas," lirih Lana. Wanita itu tersentuh dengan ucapan Deon, tapi bukan itu yang sebenarnya diharapkan. Tentu saja Lana berharap kalimat itu terlontar dari bibir suaminya. "Jangan memanggilku mas, panggil saja Deon." "Iya." "Aku berjanji akan membuat Artos sadar dan kembali kepadamu. Percayalah, aku menyayangimu Lana," bisik Deon seraya memeluk Lana. Lana ingin sekali berlari ketika Deon memeluknya. Namun laki-laki itu semakin mengeratkan dekapannya seolah tidak ingin Lana terlepas darinya. "Aku tidak bisa melihatmu seperti ini Lana," ucap Deon seraya mengusap sisa air mata yang masih tersisa. "Percayalah Deon, aku tidak papa." "Aku tau kamu brrbohong," batin Deon. "Kamu tidak berniat menceraikan Artos?," tanya Deon keceplosan. Salah satu alis Lana terangkat. "Pertanyaan macam apa itu?." "Ah maaf. Aku tidak bermaksud seperti itu," ucap Deon seraya melepaskan pelukannya. "Hm." Pandangan Lana mulai kabur, sudut matanya mulai mengembun. Namun wanita itu tetap menahan agar buliran bening tidak jatuh. Dia tidak mau Deon menyalahkan Artos. "Aku pergi dulu, jaga dirimu baik-baik Lana." "Iya, terima kasih Deon." Setelah mendengar suara mobil Deon menjauh, Lana segera berlari menuju kamarnya. Wanita itu membersihkan diri lalu mencari pakaian yang pantas untuknya. Hari ini Lana berencana akan mengunjungi Artos untuk memastikan jika suaminya tidak bermain dengan wanita di kantor. Lana mengambil tok yang sedikit di atas lutut membiarkan bagian tubuhnya hampir terekspos. Dipadukan dengan kaos santai berwarna putih. Tidak lupa menyatukan bedak tipis dan sedikit polesan lipstik agar terlihat lebih cantik. "Aku nggak jelek banget, tapi Mas Artis tidak pernah menganggapku. Maaf jika aku memakai bawahan yang menampilkan kaki jenjang ku, aku melakukan itu agar kamu tertarik kepadaku mas," ucap Lana lirih di depan pantulan tubuhnya. Hampir saja wanita itu menitikkan air mata, tapi segera dihapusnya. Sekali lagi Lana mematut diri di cermin sebelum sebelum akhirnya pergi meninggalkan meja rias. Setelah dirasa cukup, Lana turun dan menuju garasi. Dia melakukan mobilnya menuju kantor milik Artos. "Parkir dimana? Parkiran umum ajalah," gumam Lana. Istri seorang Artos Demian segera masuk ke dalam lift dan memakan angka dimana ruangan Artos berada. Wanita itu tidak perlu meminta izin kepada receptionist karena mereka semua tahu jika Lana adalah istri Artos. "Masuk nggak ya? Kalau masuk berarti aku harus siap Mas Artis marah karena aku dateng ke kantornya tanpa bilang lebih dulu, tapi kalau nggak masuk sia-sia aku udah sampai sini. Udah dandan juga," ucap Lana bermonolog. Ketika tiba di depan meja sekretaris Artos, Lana tersenyum dan nenganggukkan kepala.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Suamiku Bocah SMA

read
2.6M
bc

Call Girl Contract

read
341.5K
bc

HYPER!

read
642.0K
bc

SEXRETARY

read
2.3M
bc

RAHIM KONTRAK

read
424.8K
bc

Nikah Kontrak dengan Cinta Pertama (Indonesia)

read
467.9K
bc

Sacred Lotus [Indonesia]

read
54.8K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook