Andira mengemas baju yang akan dia bawa pulang ke rumah, kali ini dia tidak sendiri melainkan Narend dan Oma ikut dengannya. Andira menggigiti bibirnya gugup. Apa kata kedua orang tuanya andaikata dia datang membawa calon suami dan oma mertuanya setelah lama pergi tanpa pamit. '' Jangan gugup, saya ada bersama kamu." tanya suara berat, serak, serta sexy di kuping Andira. wanita itu tak menjawab apapun. Jemarinya digenggam erat oleh Narend, lumayan menenangkan. Wania itu tertidur dengan nyaman dipundak Narend sampai ia tak menyadari kalau mobil yang ia tumpangi telah berdiri didepan pintu rumahnya. “ Sayang, bangun. Kita sudah sampai.” Suara lembut Narend menggema di telinganya. Kaget, mata wanita itu terbuka lebar dan langsung berdiri. Duag! “ Aduh!” sakit sekali, dia memegami k

