Sweet?

958 Kata

  Andira meringkuk diatas ranjang seperti bayi sambil terus memegangi perutnya yang melilit. Haid hari pertama sungguh menyiksa.  Pintu kamarnya diketuk berungkali tapi Andira masa bodo. Perutnya lebih penting kali ini. “Mbak, bangun oy! Jangan malas napa jadi manusia!” “Nathan Geblek!” ringisnya pelan. Ketukan pintu berhenti, mungkin manusia satu itu sudah pergi. Tok tok tok “ Kampret, siapa lagi?!” “Andira?” Oh tuan besar. Pintu terbuka setelah bunyi kunci diputar dari luar. Sial, Andira lupa kalau sang tuan besar bia masuk kapanpun dia mau. “ Kenapa?” “ Haid.” “ Masih sakit?” “ Jangan tanya!” “ Nathan! Teriaknya keras dan pemuda itu langsung masuk kedalam kamar calon kakak ipar. “ Apa?” “ Belikan pembalut untuk siang serta untuk malam dan obat pereda nyeri untuk wanita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN