Shea pikir, waktunya di Virginia akan berakhir buruk. Apalagi ia mengambil cuti selama satu minggu. Sudah dapat dipastikan akan jadi seperti apa hari-harinya selama di sini. Namun, nyatanya Shea mendapat kebahagiaan sekaligus pengalaman yang menyenangkan berkat adanya Red. Menghabiskan waktu bersama Red ternyata tidak buruk. Terlebih lagi pria itu bukan lagi menjadi sosok menyebalkan seperti saat mereka pertama kali bertemu. Ada banyak sisi dalam diri Red yang tak Shea ketahui. Wajar saja karena mereka baru saling mengenal dalam hitungan hari. Tetapi Shea tak dapat menampik perasaan yang tumbuh sangat cepat di hatinya. Shea menyukai Red. Dan mungkin itu akan menjadi gerbang awal bagi keduanya untuk melanjutkan hubungan yang lebih jauh. Entah hubungan yang seperti apa, yang jelas ia nyaman

