Bab 25

1662 Kata

Sejak bangun di pagi hari, Red hanya duduk termenung di dekat jendela kamarnya, memandangi jalanan di bawah sana yang tidak pernah sepi dari laju kendaraan. Sebotol alkohol turut menemaninya sepanjang hari ini, mengisi lambungnya yang kosong dengan minuman tersebut. Perutnya pun terasa perih. Hanya roti yang ia santap pagi tadi, dan perutnya hanya diisi oleh minuman keras hingga malam tiba. Red tahu sikapnya ini begitu konyol. Ia yang biasanya tidak betah hanya berdiam diri tanpa melakukan apa pun, sekarang bahkan tak bergerak dari posisinya sedikit pun. Pikirannya sedang kalut. Hanya Shea yang terus mengelilingi benaknya. Kerinduannya pada wanita itu sangat menggebu-gebu, tetapi Red menahan diri. Ia selalu diingatkan dengan pesan berisi larangan Shea beberapa hari yang lalu setiap kali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN