22. Bayangan Kelam

1514 Kata

Sementara itu di rumah megah lainnya, di sebuah ruang kerja yang tampak seperti hanya ruangan formalitas dengan rak buku yang tak pernah benar-benar dibaca. Seorang pria paruh baya duduk di kursi kebesarannya, lampu menyala tidak terlalu terang, cahaya itu jatuh tepat di atas meja kerja besar dari kayu hitam yang mengilap. Ruangan itu terasa begitu dingin dan kaku. Suasanya pun menyiratkan demikian. Juan hanya memakai kaos berkerah dan celana panjang yang menutupi kakinya. Dia tampak terlalu santai untuk seorang pengusaha yang diminta oleh ayahnya memajukan bisnisnya lagi. Dia memang tak pernah benar-benar mengembangkan bisnisnya yang sudah pailit, dia lebih suka merebut yang sudah ada. Hanya tinggal mengeruk keuntungan saja, direksi yang pandai mengatur strategi, para manager yang mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN