Part 19 MAKRAB organisasi

2181 Kata
Sabtu ini kami para pengurus OSIS pulang awal. Karena kami akan kembali ke Sekolah lagi pukul 15.00 "Din, balik bareng ya."ajak Will saat kami sudah diluar kelas. Aku hanya mengangguk. Saat akan berjalan ke Parkiran, ada yang berlari ke arah kami. "Kak Will.. Nanti yang mau dibawa apa aja ya?"tanya seorang siswi kelas 1 yang berparas cantik dan imut. "Lho kemaren kan udah dibahas di rapat kan?" Jelas Will lemah lembut. 'Coba kalau ngobrol ma aku. Dingin. Batinku. Will melirikku tajam. "Kamu tanya ke Shinta aja ya.. Dia kan sekretaris OSIS. Aku mau pulang."lalu Will menggandeng tanganku pergi meninggalkan adik kelas yang imut itu. Ada perasaan senang yang tidak bisa kuungkapkan. Mungkin dia gak pengen bikin aku cemburu lagi seperti sebelum sebelumnya. Sampai diParkiran.. "Mau langsung pulang?"tanya Will. kali ini nada bicaranya juga lembut seperti ke adik kelas tadi. "Mampir ke Butik Mamahku dulu ya.."pintaku. Will mengangguk sambil tersenyum. Kami mampir ke Nutik Mamahku. Kebetulan agak sepi pengunjung. "Mbaaa Novi.... Mamah ada?"tanyaku ke karyawan mamah yang sedang duduk dikasir. "Eh Dina.. ada, diruangan nya tuh. masuk aja." "Will.. Yuk.."aku ajak Will masuk. "Maaahh..." kulihat Mamah sedang merapikan beberapa kertas design nya. "Haii... Eh ada Will juga?" "Dina nanti jadi nginep Sekolah ya mah, berangkat jam 3 ntar." Aku lalu duduk disofa. "Oh gitu..iya, ati ati ya.. Will, nitip Dina ya.. Kalau bandel, jewer aja." Gurau Mamah. Will hanya senyum senyum dan mengangguk Sekitar 30 menit kemudian kami pamit pulang. Sampai didepan Rumah.. "Will...," "Iya, kenapa Din?" "Temenin aku makan yuk"pintaku. Dia diam beberapa saat. Menatap mataku dalam dalam. Aku memang agak kesepian sekarang, bahkan makan saja aku malas rasanya. "Ya udah, yuk" Will masuk keRumah. Masih ada Bi Siti yang masih nyetrika dibelakang. "Biii... masak apa?"tanyaku. "Eh Mba Dina.. kok cepet banget pulangnya?" "Iya, nanti Dina balik lagi ke Sekolah, mau persami." "Oh gitu.. Bi Siti masak sayur asem sama ikan asin." Aku lalu membuka tudung saji di meja makan. Will masih diam berdiri melihatku. Aku menarik tangannya agar duduk bersamaku. Aku ambilkan nasi dan lauk pauk untuk Will. "Pake sayur asem kan?"tanyaku. Dia mengangguk masih menatapku. "Kenapa sih? Ngeliatinnya gitu?" Tanyaku heran. "Kamu jarang makan ya, Din?" Aku agak memperlambat gerakanku. "Ya gitu deh.. Males. Nggak ada temennya."kataku cuek. Setelah Kak Doni pergi kuliah, aku jadi sering sendirian. "Kalau butuh temen buat diajak makan, kamu telepon aku aja, nanti aku kesini dengan senang hati."dia mencoba menghiburku. Ku tanggapi hanya dengan anggukan saja. Padahal hatiku berdebar tak karuan. Will beranjak mengambilkan ku makanan juga. "Makan yang banyak, Din, kamu kurusan sekarang.."katanya masih mengambil nasi untukku. Siang ini aku makan dengan lahap ditemani Will. Selesai makan, kami berdua nonton TV di ruang tengah. "Kamu ngantuk, Din?"tanya will yang melihatku memeluk boneka teddy bear sambil sesekali menguap. "Huum.. " sahutku sambil menutup mulutku karena kembali menguap. "Ya udah, aku balik aja ya Din." Kutahan tangan Will yang hendak beranjak. "Kamu sini aja deh Will... Temenin aku. Aku takut telat ke Sekolah nanti kalau nggak ada yang bangunin."pintaku setengah memaksa. Masih ada waktu 4 jam lagi. Akhirnya setelah ku bujuk, Will mau juga. Aku pun masuk kamarku. Will masih diruang tengah, nonton tv. ========= "Din... Dina... Din...bangun Din... Mandi sana.. Entar kita telat lho.." Samar samar aku mendengar suara Will di dekatku. Aku mulai membuka mata dan ternyata dia sedang duduk dipinggir ranjangku, lalu tersenyum. Ya Allah, coba kalau tiap hari kaya gini. Gumamku dalam hati. "Maksud kamu apa, Din? Tiap hari gini?"tanya Will. Aku yang tadi masih santai santai di ranjang, langsung duduk dan lari ke Kamar mandi. 15 menit kemudian aku sudah selesai mandi dan langsung ganti seragam OSIS. Will sepertinya ada diRuang tengah. Aku segera keluar kamar setelah siap. "Will, seragam kamu gimana?" Karena seragam OSIS nya kan diRumah nya, hari ini kami memakai seragam pramuka. "Ya nanti mampir keRumahku dulu. Masih ada waktu setengah jam kok "katanya sambil melihat jam dinding Rumahku. "Ya udah yuk, kita keRumah kamu sekarang." ajakku. Kami lalu menuju ke Rumah Will. Hmm, lama juga aku tidak kesana. Sampai dirumah Will, aku bertemu Mamahnya Will. "Assalamualaikum, Tante...," sapaku. "Wa alaikum salam.. Eh Dinaaa..kok nggak pernah main sini lagi?" lalu Mamahnya Will mencium pipi kanan dan kiriku. Sedangkan Will langsung masuk ke Kamarnya. "Iya Tante, lagi banyak kegiatan Sekolah. " kataku bohong. Kulihat mata Mamahnya Will agak sembab. Seperti habis menangis. "Ya main aja gak papa, Din, Tante kesepian. Will sibuk sendiri tuh."kata Mamah Will malah curhat. "Insha Allah Tante.. Kapan kapan ya.." Tak lama Will keluar lalu mengajakku berangkat. "Mah, Will berangkat ya.." Will lalu salim. "Iya ati ati ya, Nak.." "Tante.. Dina juga pamit ya.. Assalamualaikum.." "Iya, Dina, Wa alaikum salam..hati hati yaaa." ====== Kami sampai diSekolah, sudah banyak anak yang datang rupanya. Didepan gerbang sudah ada Shinta dan Anita, mereka ini sekretaris OSIS dan tugasnya sekarang mendata siapa saja yang berangkat. "Cieeee.. Bapak dan Ibu ketua berangkat bareng nii yeee.." Canda Shinta. Langsung kujitak kepala Shinta. Anita dan Will hanya tertawa. Setelah absen didepan gerbang, kami masuk ke dalam. "Tas nya ditaroh diRuang OSIS dulu, Din, nanti kita mau upacara buat pembagian kelompok."jelasnya. Kulihat ada beberapa tenda yang di bangun di sekitar lapangan depan Sekolah. "Kita tidur ditenda?"tanyaku. "Enggak.. Itu buat anak PRAMUKA. Kalau kita paling tidur di Ruang kelas aja nanti. Ntar kita bahas kok" Aku mengangguk paham. Tepat pukul 15.00 kami semua upacara diLapangan depan. Tiap organisasi berbaris di kelompoknya masing masing. Setelah Bapak Kepala pembina menyampaikan sambutan dan meresmikan dibukanya kegiatan ini, kami kembali ke kelompok masing masing untuk membahas pembagian tugas dll. Kami, pengurus OSIS berkumpul di ruang OSIS. "Jadi nanti untuk yang perempuan tidur diRuang kelas 3 IPA 1 dan 2..untuk yang laki laki di kelas 3 IPS 1 dan 2.."terang Will. Aku mengangkat tanganku. "Kenapa Din?"tanya will lebih halus. "Eum... Gak bisa kelas lain aja ya?"tanyaku. Aku sangat paham bagaimana kondisi ruang kelas yang akan kutempati tidur. Mana mungkin aku bisa tidur disana. "Eumm.. Nggak bisa Din, udah ditentukan dari Sekolah, kelas lain buat pengurus PMR dan sisanya memang dikunci. Nggak bisa kita pake."jelasnya. "Ya Allah...,"gumamku lirih sambil meletakan kedua tanganku dipipi. "Tenang Din, kan ada Abang ketua, kalau nggak bisa bobo, minta temenin aja."canda Alex sambil melirik ke Will. Kali ini Will memukul kepala Alex menggunakan buku yang dia pegang. Yang lain hanya tertawa cekikikan melihatnya. Memang sudah menjadi rahasia umum tentang kedekatanku dengan Will. Lalu dibahas tentang tugas kami nantinya. Tugas kami sesuai dengan jabatan kami di kepengurusan OSIS. Tugasku? Seksi keamanan. Hm. Astaga. Setelah rapat bubar, kami menuju Ruang kelas yang sudah ditentukan. "Din, santai aja, yang penting kan kita nggak ganggu mereka."nasehat Aisyah. "Hidiiiiih... Nggak pernah ganggu juga tetep aja pada iseng kan. Sialan." Runtukku. Dia malah ketawa doang. k*****t. Setelah meletakan tas, aku ke Mushola dengan yang lain. Kami mau sholat ashar dulu. Bruughhhh!!! Saat lewat kelas Will, aku menabraknya. Ya siapa lagi? Pasti Will. Aku sudah hafal aroma tubuhnya. "Pelan pelan donk, Din."ucapnya lalu membantuku berdiri. "Maaf...,"sambil ku tepuk tepuk rok ku yang agak kotor. Aku kembali berjalan menuju mushola bersama yang lain. Setelah sholat, aku mencari Umar, karena aku bertugas bersamanya. Aku menuju ruang kelas 3 IPS 1 disana ada Will. Aku hanya celingukan. "Nyari siapa, Din?"tanya Will yang mendekatiku saat tau aku didepan kelasnya. "Umar? Kemana ya dia?"tanyaku tanpa melihatnya. "Kirain nyariin aku.."katanya becanda. Aku menaikkan bibir sebelahku. Menahan tawa. Tumben... ni anak jayus, biasanya kaku kaya tiang listrik. "Habis ini acaranya ngapain?"tanyaku mengalihkan pembicaraan. "Ntar habis maghrib, ada game..habis itu makan, lanjut jurit malam." Aku langsung menoleh ke Will dengan muka serius. "Jurit malam?" "Iya, tapi cuma diLingkungan Sekolah aja kok, Din. Nanti nyari beberapa benda." "Oohh ..ya udah deh, aku nyari Umar dulu ya.."aku pamit ke dia. Aku mencarinya didepan, dekat Lapangan, semoga ada disana. Nah ketemu juga nih anak. Dia ternyata ada digerbang depan. Seperti sedang ada ribut ribut. Karena bergerombol sekelompok orang dengan wajah serius. "Mar.. Ada apa?"tanyaku ke dia. "Ini Kak, mereka mau ketemu sama Viona, anak PMR. Tapi kan emang nggak boleh nerima tamu kan? Tadi Kak Will juga udah bilang."ucapnya santai. Ada sekitar 10 orang. Tapi penampilannya mirip preman. "Maaf, ada perlu apa ya sama Viona, dia sedang ada kegiatan didalam. Nanti kalau ada pesan saya sampaikan."aku juga mencoba tenang dan sabar. "Heh!! Panggilin Viona sekarang juga!! Cepet!! Penting!!"dia mulai emosi. Aku menatap Umar. "Aku panggil Viona aja ya, Mar, kamu tungguin disini. Jangan biarin mereka masuk."bisikku ke Umar. Dia mengangguk paham. Aku mencari Viona di tempat kegiatan PMR. "Vi, kamu ikut aku bentar. Ada yang nyariin tuh didepan." "Siapa Kak?" "Aku gak tau.. Cowok, kaya preman gitu. Yuk buruan, takut dia ngamuk."segera aku seret dia. Saat agak sampai ke Gerbang, Viona melihat ke arah orang orang itu... Lalu menahan tanganku. "Kak... Aku nggak mau ketemu mereka! Aku takut.." Katanya panik. "Lah gimana sih? Emang dia siapa??"tanyaku. "Mantanku kak, dia minta balikan tapi aku gak mau!dia suka main tangan!"katanya ketakutan. "Ya udah, kita temuin dulu tanyain, maunya apa. Aku temenin. Ada Umar juga, kamu jangan takut. Kamu gak salah kan?"tanyaku ke dia. Dia mengangguk lalu ikut bersamaku menemui pria tadi. Saat aku melewati anak anak PRAMUKA, aku minta tolong ke Fauzan dan Billy, mereka panitia keamanan dari PRAMUKA. Aku minta tolong mereka mengawasi dari kejauhan, kalau mereka membuat masalah baru Fauzan dan Billy maju juga. Mereka setuju dan bersembunyi dibelakang kelas tempatku akan tidur nanti. Saat sudah dekat, pria yang mencari Viona tersenyum sinis. Viona makin mepet ke aku. Aku genggam tangannya, agar dia tidak takut. "Vionaa.. Aku dari tadi disini, nungguin kamu.. "Ucapnya lembut. Viona terus bersembunyi dibelakangku. "Vi, diobrolin baik baik deh mendingan." saranku ke Viona. "Maaf Ben, aku nggak bisa balikan sama kamu lagi, aku kan udah bilang kemarin "kalimat Viona terdengar bergetar. Aku heran, apa yang sudah dialami Viona sampai sampai dia sangat ketakutan . Ben sepertinya tidak terima dengan keputusan Viona. Lalu mendekati kami, Viona makin takut. Saat Ben akan meraih Viona, ku tahan tangannya. "Mas, udah dengerkan, lebih baik Mas pulang. Hargai keputusan dia. Cinta gak bisa dipaksakan!"ucapku tenang. "HEH!!NGGAK USAH IKUT CAMPUR!!" Dia hendak mendorongku, tapi kutahan lalu tendang k*********a. Bruugggh.. Dia jatuh tersungkur. Fauzan dan Billy segera berlari kearahku, Umar juga sudah bersiap menyerang jika teman teman Ben menyerang kami. "VI..!! BALIK KE KELOMPOKMU!"perintahku. Dia berlari kembali ke kelompok PMR nya sambil menangis. Teman teman Ben maju, dan akan menyerang kami. Aku, Umar, Fauzan dan Billy mencoba menahan mereka yang sepertinya ingin merangsek masuk ke dalam. Terjadilah baku hantam. Dua orang sepertinya mengincarku, ku giring mereka agak menjauh, saat dia hendak memukul, ku kunci tangannya, kuplintir seperti saat aku menghadapi Kak Daniel kemarin,dengan gerakan yang sama kubanting dia ke Tanah, kutambah lagi dengan menginjak perutnya. Lalu.. Duuugggg!!! Aku dipukul dari belakang dengan sebuah balok kayu besar. Pusing!! Hidungku berdarah. "WOII! NGAPAIN KALIAN CARI RIBUT DISINI?! INI SEKOLAH GUE!!"bentak seseorang yang baru datang. Ternyata Kak Daniel. "Maaf Bang.. Gue gak tau " Ben terlihat ketakutan lalu pergi bersama teman teman nya. Aku memegangi kepalaku, nyeri sekali, pusing. Aku pun mengelap cairan merah kental yang keluar dari hidungku. "Dinnn....!!"kalau yang ini aku hapal suara siapa.. WILL. "Ya ampun, Din..kamu nggak papa?"dia terdengar panik sekali melihatku berdarah. "Gak papa.."ucapku santai. "Din, kok tumbang gitu?" Tanya Kak Daniel. Aku hanya bisa mendengar suara mereka saja. Karena masih menatap ke bawah menahan pusing yang masih terasa. "Lah aku dipukul dari belakang. Mataku didepan, ya aku nggak liat." Kataku santai. Padahal aku sudah berantakan sekali Kak Daniel malah terkekeh. "Kamu nih, bikin aku takut aja!!" Omel Will lalu memapahku ke dalam. Semua orang berlari kearah kami. Mereka baru tau ada ribut ribut disini. Kulihat Fauzan, Billy dan Umar hanya lecet sedikit. "Makasih yaaa."ucapku ke mereka. "Din... Lain kali kalau ada hal kaya gini, kamu langsung lapor aku!!jangan kamu tanganin sendiri!!" Will masih saja marah marah didepan banyak orang. Aku tau dia sangat khawatir. Aku hanya senyum kepadanya dan jatuh pingsan. ===== Aku membuka mataku, rasa nyeri masih kurasakan. "Aaakkhh...!" sambil kupegangi kepalaku sambil ku tekan agak keras. "Kak Willllll!!!" Teriak Viona yang sepertinya ada tak jauh dari ku. Saat kuamati sekitarku, ternyata aku ada di UKS. Will masuk bersama Viona, alex dan Aisyah. "Din.. kamu gak papa?"tanya Aisyah. Aku mengangguk masih memegangi kepalaku. "Gila lu, Din.. Nekad banget sumpah.."Alex ikutan heboh. "Bawel lu... " hardikku. Will kulihat diam saja. "Jam berapa ya ini?"tanyaku ke mereka. "Jam 7, Din.." "Ya Allah, aku nggak sholat maghrib."ucapku "Gak papa, Din, kan kamu sakit. Udah istirahat lagi aja ya."saran Aisyah. "Dina!!!kamu bisa gak sih berenti membahayakan diri kamu sendiri??"bentak Will. "Will.. Udah.."bujuk Aisyah. Will diam menatapku. "Syah,Vi..kita keluar aja yuk.."ajak Alex. Mereka akhirnya keluar meninggalkanku dengan Will saja. "Kamu tau kan, Din!! Tadi itu bahaya banget!! Kamu ngerasa jagoan??HAH?? JAWAB DIN!!" Bentak Will. "Will, udah donk.. Kepalaku masih sakit banget! Kamu marah marah terus..."aku merajuk manja kepadanya. Tiba tiba dia memelukku. Aku kaget terkejut, badanku kaku, jantungku berdegup lebih kencang. "Aku tuh khawatir banget, Din. Aku takut kamu kenapa napa." Kata Will lembut. "Maaf ya, Will. Aku cuma jalanin tugas aja tadi."ucapku masih dalam pelukan nya. "Besok aku ganti lagi!! Kamu nggak pegang seksi keamanan ya..tuker sama yang lain aja!!"katanya melepaskan pelukannya lalu menyentuh pipiku. Aku tersenyum senang. Dia manis sekali. "Nggak usah Will, nggak usah diganti lagi, aku gak papa kok. Aku janji nggak akan gitu lagi deh."bujukku. Akhirnya dia tersenyum, lalu dia mengecup keningku. "Aku tuh sayang banget sama kamu, Din, kalau kamu kenapa napa, aku nggak bakal maafin diri ku sendiri." Kupeluk lagi dia, kali ini lebih erat. Entah kenapa aku malah memeluknya. "Makasih ya will." Akhirnya dia melunak. "Gimana? Kepala kamu? Masih sakit?sakit banget nggak? kalau iya, aku anter ke Rumah Sakit." "Eum.. Sakit, cuma udah mendingan kok, nggak kaya tadi. Minum obat sakit kepala aja deh kayanya ntar." "Ya udah, nanti aku beliin, kamu makan dulu ya. Aku ambil dulu.."dia lalu keluar UKS. Tak lama, Will datang membawa sebungkus nasi lengkap dengan air minumnya. "Makan dulu ya, Din..aku suapin.." Aku hanya menurut saja diperlakukan begitu. "Will.. Kamu nggak ikut kegiatan? Kan kamu ketua OSIS nya." Tukasku. "Udah, nggak papa. Aku udah urus semua kok." dia masih fokus dengan makanan dihadapan nya. Lalu menyuapiku suap demi suap. Tok tok tok Umar masuk. "Kak..ini obatnya"lalu menyerahkan ke Will. "Makasih ya, Mar." "Iya kak.. Eh kak Dina gimana? masih sakit ya" "Sedikit Mar. Bentar lagi paling sembuh." "Syukurlah kalau gitu. Ya udah, aku balik ke yang lain dulu ya Kak." "Iya Mar. Makasih ya.." Setelah minum obat, Will menyuruhku istirahat lagi. Dia juga pamit mau kembali ke kegiatan nya lagi. Akhirnya aku tiduran aja di UKS
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN