Muring-muring tidak keruan. Itu yang terjadi pada Andra sebulan ini. Masalah seolah kompakan untuk menguji kesabarannya. Andra yang biasanya stay cool menghadapi setiap masalah yang menerpa hidupnya, kini sikap itu menguap entah ke mana. Mungkin sudah tertimbun tanah bersama cacing-cacing kelaparan di bawah permukaan bumi. Masalah-masalah yang mengusik hari-hari tenang Andra salah satunya adalah kondisi showroom yang kian hari kian memburuk. Karyawan yang biasanya berjumlah empat orang--tiga orang marketing dan satu orang service counter yang melayani di showroom--kini hanya tersisa dua orang. Terpaksa Andra mengerucutkan jumlah sumber daya manusia di showroom-nya, semata untuk mengurangi beban biaya gaji. Penurunan penjualan showroom menurun drastis, persis seperti atraksi terjun payung

