Masih di pagi yang sama dengan suasana seperti pagi-pagi sebelumnya, malas-malasan Silvia meraih ordinary yang ada di atas nakas. Dibukanya untuk melihat ada kuliah apa hari ini. Tahu ada kuliah penting Silvia bergegas membersihkan diri dan menyiapkan segala keperluannya. Hanya membutuhkan waktu limabelas menit bagi gadis tak seribet Silvia untuk berdandan, karena dia tidak perlu mengukir alis dan menjepit bulu matanya yang memang sudah lentik dari sononya. Dengan berjalan tergesa, Silvia menuju sebuah tiang kayu tempat ia biasa menggantung mantel dan jaket. Sambil mengenakan anklebootnya, Silvia mengambil selembar jaket, menarik sebuah payung yang ada di dalam vas bunga keramik--di luar masih hujan. Menengok jam tangan yang melingkar di pergelangan kirinya, "masih satu jam lagi," desah

