Setelah resmi bertunangan Andra bisa melepas kepergian Silvia ke Melbourne dengan tenang. Dia tidak perlu khawatir hubungannya dengan Silvia akan berakhir sia-sia seperti cinta pertamanya. Begitupun dengan Silvia, bila ada ikatan yang lebih kuat dari sekadar hubungan pacaran, dia bisa memercayakan hatinya seutuhnya pada Andra. Masa LDR adalah masa-masa yang cukup menguji adrenalin. Andra sih sudah berpengalaman menghadapi LDR, dia biasa saja menghadapi kondisi jauh-jauhan seperti itu. Justru Silvia yang merasa agak kesulitan. Bukan karena nggak percaya sama Andra, tapi karena dia sering merasa rindu yang menyesakkan jika ingat Andra. Uring-uringan nggak jelas, marah-marah sama Andra. Namun Andra menghadapi dengan sabar sikap Silvia yang seperti itu. Andra memaklumi saja. Menganggap hal i

