"Maaf ini dengan siapa ya?" sambil mengingat-ngingat dan mencoba mengenali suara yang sepertinya pernah didengar tapi ragu karena Nayya merasa ga memberi nomornya pada siapapun.
"Nay..ini benar kamu kan?" tanya Rayyan dari seberang.
"Kamu kenal suaraku kan? aku Ray teman sekelasmu Nay..aku mau berterimakasih karena sudah membantuku tadi siang dikoperasi. Untuk uang yang aku pinjam tadi, kukembalikan besok dikelas ya?"
Nayya menggeleng sambil mendengarkan suara Rayyan, tentu saja tidak terlihat oleh Rayyan karena mereka panggilan suara bukan panggilan video dan sudah rebahan diatas ranjang kamar mereka masing-masing.
"Nay.." Rayyan memanggilnya kembali karena yang ditelpon terdiam tak bersuara.
"eh iii..ya..uangnya ga usah dikembalikan Ray, aku ikhlas kok, beneran" jawab Nayya sedikit gugup.
" jangan gitu Nay, aku kan bilangnya minjem jadi harus dikembalikan, itu namanya hutang. hehe.." nyengir diseberang dan jelas ta terlihat oleh Nayya.
"Kamu lagi ngapain ini?" lanjut Rayyan
"Lagi rebahan Ray, barusan baru selesai nelpon orangtua, kangen pengen pulang kerumah". Nayya menjawab dengan nada sedikit manja, ga tahu kenapa tapi ada rasa nyaman mengobrol dengan Rayyan. Padahal ini baru pertama mereka ngobrol berdua, sebelumnya belum pernah sekalipun Nayya bertingkah seperti ini.
"Kangen rumah ya? sama sih..tapi kan kita disini menuntut ilmu jadi harus dibetah-betahin, harus rajin belajar juga. Ini juga demi masa depan kita". Rayyan menasehati Nayya untuk pertama kalinya. Sambil gulang guling diranjangnya dengan hp yang masih menempel ditelinga kirinya. Tanpa disadari diseberang Nayya juga senyum-senyum sendiri.
(ciyeee..Nayya...hati-hati Nay, kata author kamu mulai jatuh cinta ke babang Rayyan..makanya jangan males ketemu babang ganteng, bisa kuwalat hihihi..)
Hening beberapa saat karena tidak ada yang mau diobrolkan lagi.
" hmmm..Nay..sudah malam, cepet tidur ya? besok kita ketemu dikelas, jangan lupa simpan nomorku ini ya?".
" Baiklah Ray.." jawab Nayya singkat
" Makasih Nay..selamat beristirahat, Assalamualaikum..."
"Sama-sama Ray..Waalalikumsalam.."
Panggilan berakhir, Nayya menyimpan nomor Ray dikontaknya. menarik dan membenarkan selimut yang menutup tubuhnya bersiap untuk tidur.
**
Pagi yang begitu cerah, secerah hati Nayya yang begitu bersemangat pergi ke kampus.
Berdiri didepan cermin, membenarkan kemeja warna coksu dan jilbab warna cream. bawahannya rok plisket warna cream. Setelah dirasa pas, Nayya berbalik mengambil tasnya yang menggantung dimeja belajar. " Ghe..kamu masuk jam berapa hari ini?" melihat ke arah Ghea yang masih asik rebahan diatas kasur mengotak-atik hpnya.
"Jam 09.00 Nay, kenapa? kamu selesai kuliah jam berapa?"
" Aku selesai jam 11.00 Ghe, jadi lumayan masih ada waktu agak panjang untuk istirahat. kalo kamu pulang cepet juga kabarin ya biar bisa makan siang bareng dikantin" ucap Nayya sambil berbalik menuju pintu kamar. " Aku berangkat dulu ya Ghe..Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam...hati-hati Nay, semangat semangat !!!"
" Okeyyy...siaaapppp !!"menyatukan ibu jari dan jari telunjuknya membentuk isyarat oke dan mengedipkan satu matanya ke arah Ghea.
Ghea yang merasa ada perubahan pada sikap Nayya hanya geleng-geleng kepala. ' Tumben Nayya semangat banget ya? apa ada hubungannya sama telpon tadi malam? ah sudahlah..yang penting Nayya semangat dan ceria, yang lain abaikan'
**
Siang hari ini dikantin asrama, Nayya dan Ghea mengambil makanan kesukaannya. memesan segelas es teh, duduk berhadapan di meja paling ujung. Terlihat Rayyan yang juga masuk kantin untuk makan siang. Tanpa sengaja tatapan mereka bertemu, Rayyan tersenyum manis kepada Nayya, begitu juga Nayya yang kali ini membalas dengan senyuman. Ghea yang duduk dihadapan Nayya menoleh ke arah belakang karena penasaran setelah melihat Nayya tersenyum bukan ke dirinya melainkan orang dibelakangnya.Saat menoleh ternyata dibelakangnya sudah ada Rayyan yang duduk dikursinya lengkap dengan sepiring makan siang dan segelas es teh dimejanya.
"ehm..ehm..Nay kok senyum-senyum ke Ray??? hallooo.." Ghea mencoba menyadarkan Nayya yang tidak fokus ke makanannya.
Nayya yang kaget karena teguran Ghea seketika menatap Ghea " hehehe..iya Ghe ada apa?"
"Lah..ini anak jadi kurang fokus gara-gara ketemu cowok yang katanya nyebelin tapi anehnya sekarang malah disenyumin malahan kemarin siang dibantuin" Ghea menggerutu, geleng- geleng kepala bingung dengan sikap Nayya yang menurutnya begitu cepat berubah. Bukannya beberapa hari yang lalu juga minta pindah kelas karena cowok itu ya. "ish..ish..ish..Nayya..Nayya.."
"Iya Ghe..maaf ya..aku cuma senyum aja kok" kata Nayya sambil mulai menyendok nasi dan sayur dimasukkan kemulutnya.
"Tunggu..tapi aku mencium aroma-aroma jatuh cinta, dari senyuman dan tatapanmu itu loh Nay" sambil mengunyah Ghea terus bertanya.
"Ghea...apaan sih? lah wong aku cuma
bales senyum aja udah ngomongin yang ga..ga.., aku cuma mulai berdamai aja sama hatiku. emang ada yang salah ya Ghe?"Jawab Nayya sambil cemberut.
sedangkan Rayyan yang duduk dikejauhan tidak berhenti menatap Nayya.
sesekali tersenyum karena Nayya terlihat salah tingkah dan berdebat dengan temannya.
Nayya cepat-cepat menyelesaikan makannya, lalu meminum es tehnya sampe tandas. sedangkan Ghea terbengong-bengong.
"Kayanya kamu harus jelasin ke aku deh Nay tentang kejadian ini. ga mungkin kamu tersenyum ke Rayyan jika diantara kalian tidak terjadi apa-apa". sedikit tegas meminta penjelasan Nayya. Tapi sayang Nayya berdiri menuju kasir meninggalkan Ghea yang dikepalanya sudah penuh pertanyaan tentangnya.
"Nay..tunggu..kita kan barengan tadi, kok kamu ninggalin sih? Nayya ihhhhh..."berlari mengekor dibelakang Nayya bibirnya manyun. "Orang Nanya bukannya dijawab malah ditinggalin..hadeeewww".
Nayya bergegas keluar dari kantin menuju asramanya. Diikuti Ghea yang sedikit berlari mengejarnya." Nay..tungguin dong, tega banget sama teman sendiri".
**
Sebentar lagi jam masuk kuliah bahasa. Kali ini Nayya memakai kemeja warna biru muda ada motif bintang kecil dengan rok warna hitam dan jilbab hitam. Setelah siap, duduk ditepi ranjang menunggu Ghea yang merapikan jilbabnya.
Keluar asrama, berangkat bareng karena seluruh mahasiswa masuk di jam yang sama.
Didepan pintu kelas Nayya berhenti sebentar, menarik nafas membuangnya perlahan. Ghea yang menyadari ada hal yang aneh mengerutkan dahinya.
"Kenapa Nay? ada masalah? Kok tiba-tiba berhenti?"
"Ga ada apa-apa kok Ghe cuma...." Nayya belum menyelesaikan kalimatnya sudah terlihat dipojok belakang Rayyan tersenyum ke arahnya. Spontan Nayya membalas senyumannya. Tak melanjutkan Nayya melangkah masuk diikuti Ghea dan duduk ditempat biasa dengan tenang sampai perkuliahan selesai. Sejak hari ini juga Nayya sudah tidak lagi khawatir akan dibully lagi oleh Rayyan seperti saat-saat ospek. Menurut Nayya, Rayyan orang yang baik setelah teleponan semalam.
Bel tanda perkuliahan selesai berbunyi, teman-teman sekelasnya mulai beranjak dari duduknya dan keluar kelas. Nayya masih membereskan buku dan alat tulis dimejanya.
" Hai Nay..nih bayar utang yang kemarin ya? Terimakasih sudah dibantuin" ucap Rayyan yang sudah berdiri disamping kursi Nayya.
" eh..ga usah Ray..bukannya semalam sudah aku bilangin ya ga usah dikembalikan. Aku ikhlas bantuinnya" jawab Nayya sambil tersenyum.
" Ga boleh gitu Nay..utang itu harus dibayar" Rayyan memaksa agar Nayya mau menerima.
Terjadi keributan kecil diantara mereka, sedangkan Ghea sedikit menjauh mengambil jarak agar tidak mengganggu urusan keduanya.
Nayya yang bersikeras tidak mau menerima dengan Rayyan yang tetap ingin membayar empat ratus rupiahnya yang katanya hutang. Nayya dan Rayyan saling lempar uang koin tersebut.