Eps.4

979 Kata
Nyerobot antrian Nayya yang sudah ada didepan kasir, sambil mengunyah makanan yang belum dibayar dimulutnya tanpa malu, membuat Nayya cemberut, bibirnya mengerucut sambil mengumpat dalam hati. 'Dasar cowok gak punya etika,belum dibayar udah masuk mulut, nyerobot antrianku juga'. "mas ini uangnya kurang empat ratus rupiah" kata mbak kasir. " ngutang aja dulu mbak, nanti aku ambil kurangnya ke kamar dulu ya? dompetku ketinggalan dikamar eh" jawab Ray sambil cengar cengir " hmmm.." mbak kasir sambil mikir dan belum sempat jawab Nayya melangkah maju tepat disamping Ray yang tadi nyerobot karena dibelakangnya antrian sudah memanjang "biar mbak kurangnya pake uang aku aja" " eh..emang ga papa Nay? makasih ya..nanti aku balikin ya" menoleh kearah Nayya menaik turunkan kedua alisnya nyengir, kemudian berlalu keluar dengan mulut yang masih mengunyah roti. memutar bola mata malas, "gak usah dibalikin" teriak Nayya tapi sepertinya sudah tidak terdengar lagi oleh Rayyan. Selesai membayar Nayya segera menuju pintu keluar. sesekali berjalan menyamping, bersenggolan pundak dengan pembeli lain karena koperasi mulai dipenuhi mahasiswa yang mau membeli jajanan, minuman atau sekedar nganter temen-temennya dijam istirahat siang sebelum kuliah bahasa disore hari. Nyampe depan asrama, membuka sepatunya berjalan menuju tangga sambil menusukkan sedotan kekotak minuman dingin yang dibelinya tadi lalu menyedotnya. Terasa begitu segar. membuka pintu kamar menyapa Ghea yang sudah duduk dilantai dengan bungkusan makanan didepannya. " makan Nay..aku lapar banget..seharian kuliah full jadinya ga jadi deh rencana ngajak kamu keluar jalan-jalan" sambil terus mengunyah makanan dengan wajah sedih. " Iya ga papa aku juga full Ghe, diluar juga lagi panas banget. Tadi karena haus belok dulu ke koperasi eh ketemu Ray yang gayaan nyerobot antrianku ternyata uangnya kurang" tertawa seneng walaupun tetep kelihatan kalo kesel karena perbuatan Ray tadi. " Haahhh??? kurang uang? kok bisa?", kaget sekaligus kepo karena penasaran sama cerita Nayya. " Iya Ghe..jadinya aku yang bayarin, lah wong cuma empat ratus rupiah aja kok, antrian dibelakangku sudah puanjang sampe pintu keluar. itu aja masih pakai drama, Ray bilang: 'dompetnya ketinggalan dikamar mbak, nanti aku kesini lagi ya, bayar kurangnya' Nayya bercerita sambil meniru ucapan Ray. Ghea yang melihatnya tidak bisa menahan tawa, menurut Ghea gaya Nayya bercerita dan meniru Ray lucu banget. Nayya cemberut.."huuuh Ghea..diceritain malah ngetawain". "Aku serius loh nyeritain yang sebenarnya, ga ngadi-ngadi sama sekali. Udah deh..lanjut aja makannya aku rebahan dan istirahat dulu. Kalo aku tertidur tolong dibangunkan ya Ghe" nyengir kemudian menjatuhkan badannya dikasur, padahal belum ganti baju, tas juga masih nyantel dibahu kanannya. " Iya istirahat aja dulu, nanti siapin mental ketemu babang Ray ya.." goda Ghea. " Engg..gakkkkk...!!!!" teriak Nayya sambil nutup kuping. Ghea tertawa semakin keras, "lah wong katanya sebel, eh malah bantuin. kan aneh namanya" ngedumel ga jelas karena mulutnya masih penuh makanan. ** Bukan Nayya namanya kalo pamit rebahan tapi ga tertidur.menggeliat lalu duduk dipinggir ranjang, menyipitkan mata melihat kearah dinding jarum jam tepat berada diangka dua seperempat. Tetap duduk malas beranjak apalagi berangkat ngampus. " Huuuuhhh..." menarik napas dan menghembuskannya dengan kasar. Nayya yang sudah rapi terlihat membetulkan jilbabnya didepan cermin. Melihat Nayya yang tidak bersemangat. " Kenapa lagi Nay? mukamu kok ditekuk gtu, ga enak banget aku lihatnya". " Aku ijinin ya Ghe..please.." memohon agar Ghea menuliskan ijin ga masuk kelas bahasa hari ini. Tapi usaha Nayya sia-sia. Ghea menolak dan memaksa Nayya masuk karena menurutnya alasan Nayya ga jelas. Turun dari ranjangnya, Nayya keluar kamar menuju kamar mandi. Karena pas sepi jadi ga perlu antri dan bisa selesai lebih cepet. Selesai mandi Nayya bersiap berangkat, kemeja biru muda dengan motif garis dipadu dengan rok jeans warna senada sedikit lebih gelap dan jilbab segiempat yang terlihat sangat pas ditubuhnya. Melihat Ghea yang asik dengan hpnya Nayya berjalan mendekat dan menepuk lengannya. " Berangkat yuk..aku sudah siap". " Ciyeeee...seger banget bayi gede, sudah cantik. "Bajunya terlihat cocok banget dibadanmu Nay". komentar Ghea sambil tersenyum menatap Nayya yang sudah berdiri didepannya. " Makasih Ghe..kamu hari ini juga cantik". ** Dikelas bahasa sore ini suasananya rame, teman dikelas mulai ngobrol-ngobrol berkelompok. Nayya masuk kelas berjalan mencari tempat duduknya. Seperti sebelumnya Ray sudah duduk dipojok belakang, tersenyum melihat ke arah Nayya. Nayya yang sebelumnya agak males masuk, mulai melunak dan membalas senyuman Ray. " Duduk sini aja ya Ghe?"menghentikan langkahnya dikursi ketiga dari depan. Ghea yang berjalan dibelakang Nayya hanya mengangguk dan ikut duduk disamping Nayya. Dosen masuk kelas memperkenalkan diri lanjut menerangkan bab dasar bahasa Arab. Nayya yang kesulitan terlihat sangat serius memperhatikan penjelasan dosen. ** Perkuliahan bahasa untuk hari ini selesai dengan lancar tanpa drama. Nayya begitu lega karena Ray tidak lagi membullynya dengan sebutan cewek kambing. Para mahasiswa mahasiswi keluar kelas rame-rame. Ada yang berjalan ke depan kampus untuk membeli makan malam, ada juga yang langsung kembali ke asrama masing-masing. Masuk ke kamar, Nayya duduk dipinggir ranjang sambil mengecek Hpnya. Memencet nomor telpon rumah karena kangen orang tua. Terdengar dering telepon masuk dan diterima yang diseberang. Nayya:" Assalamualaikum.." Ibu: " waalaikumsalam..Nayya..gimana kabarmu nak? kuliahnya lancar?" Nayya: "Alhamdulillah bu, hari ini kuliah lancar, ibu bapak dan adik-adik gimana kabar, sehat?" Ibu: "Alhamdulillah sehat semua, baik-baik disana ya Nay, belajar yang rajin, jangan lupa makannya ga boleh sampe telat, jaga kesehatan ya..?" pesan ibu kepada Nayya. Nayya: " Nayya kangen ibu bapak adik-adik, Nayya kangen rumah". terdengar sedih. Ibu: "Iya Nay, ibu bapak ngerti, tapi itu demi masa depanmu juga. Belajar mandiri ya Nay. Ibu yakin kamu bisa." Nayya: "Baik bu..mohon doanya bu..pak.." Ibu: "Iya..pasti Nay..sudah dulu ya..jangan lupa makan dan istirahat yang cukup ya..Assalamualaikum.." Nayya: " Waalaikumsalam bu..salam tuk smua ya..makasih". Nayya menutup telponnya, matanya berkaca-kaca. Merebahkan badannya sambil memegang hp, menatap langit-langit kamarnya. Selang beberapa menit, hpnya berdering. Terlihat nomor tanpa nama. Sebenarnya Nayya malas nerima karena nomor itu belum tersimpan dikontaknya dan tidak dikenalnya. Tapi karena terus berdering akhirnya Nayya klik juga tombol hijaunya. " Hallo..Assalamualaikum". ucap penelpon diseberang memulai percakapan. " Iya..Waalaikumsalam". jawab Nayya sambil berpikir siapakah suara cowok diseberang. Sedangkan selama ini Nayya hanya menyimpan nomor orangtua, saudara dan teman-teman ceweknya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN