Eps.9

1022 Kata
Beberapa saat mengingat kembali hari-hari sebelumnya. Nayya langsung menutup mulutnya, pipinya merona merah karena malu. Nayya harus ngomong apalagi ke Rayyan. Cewek yang ditelpon Rayyan setiap malam adalah Nayya sendiri. Beruntung mereka tidak bertemu langsung jadi Rayyan tidak melihat wajah Nayya. " eh..hmm..e..e..e..kalo nelpon nya di jam ini berarti cewek yang diceritakan Dio td itu Nay sendiri ya Ray?" Nayya ragu, tangannya tidak berhenti memilin ujung bajunya. Rayyan yang mendengarnya tertawa lepas. " Baru sadar ya Nay? Kalo sudah tahu seperti itu masih mau marah, mau nangis?" " Maaf Ray.."ucap Nayya merengek. " ya sudah jangan nangis lagi..sudah dimaafkan kok. Sekarang istirahat ya Nay..selamat beristirahat.." " baik Ray..terimakasih..selamat beristirahat juga..Assalamualaikum.." " Waalaikumsalam.." Setelah kejadian malam itu mereka berdua semakin dekat. Pulang kuliah sering jalan bareng sekedar bercerita sepanjang perjalanan dari kampus ke asrama. Ghea sering mengalah untuk pulang bareng teman yang lain demi Nayya. " Nay..aku mampir sebentar ke wartel ya (warung telekomunikasi), mau nelpon seseorang. Kamu bisa kan nunggu diluar, sebentar aja kok."Nayya mengangguk mengiyakan. Rayyan segera masuk kebilik wartel yang terlihat dari luar, hanya saja ruangan ini kedap suara jadi percakapan tidak terdengar dari luar. Segera menutup pintu, duduk dan memencet nomor yang dituju. Nayya yang menunggu duduk dikursi yang sudah disediakan pemilik wartel, sambil melihat ke arah Rayyan. Rayyan terlihat sangat senang, tertawa lepas didalam bilik. Dalam hati Nayya 'siapa yang ditelpon Rayyan? Apa orang yang spesial? Tapi kenapa ga nelpon pake hpnya aja.' Nayya ingin tahu tapi sungkan juga kalo bertanya langsung ke Rayyan. Khawatir Rayyan salah sangka. Tujuh menit berlalu akhirnya Rayyan menyelesaikan obrolannya. Keluar dari bilik lalu membayar tagihannya dikasir. " Ayo Nay..kamu ga mau nelpon orang tua kan?" tanya Rayyan menatap Nayya yang sudah berdiri dihadapannya. " Ga kok Ray..Nay sudah nelpon tadi siang" Sambil melangkah dibelakang Rayyan yang keluar dari wartel. Mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju asrama. Disepanjang perjalanan ini Rayyan bercerita kalo yang ditelpon seseorang yang spesial dihatinya namanya Freya. Freya sudah kembali kekampung halamannya sejak lulus dari madrasah aliyah dipondok yang sama dengan Rayyan sebelum kuliah ini. mereka masih sering berkomunikasi. Freya menanti keputusan Rayyan yang katanya akan segera melamarnya. " Senang banget ya Ray kalo sudah lepas kangen sama orang yang dicintai? Pasti hati Freya juga berbunga-bunga. Tadi Nay sempat lihat Ray begitu gembira tertawa lepas". Nayya bertanya setelah Ray bercerita panjang. " Iya Nay..aku seneng banget tapi aku juga ragu. Karena orangtuanya sampai saat ini belum memberikan restu".wajah Rayyan terlihat sendu. Nayya yang sedari tadi mendengarkan disampingnya segera menyemangati Rayyan walau sebenarnya entah kenapa hatinya bimbang, ada rasa sakit dan takut kehilangan sosok Ray. " kamu yang sabar ya Ray." setelah mengucapkan itu hati Nayya berkecamuk 'kenapa hatiku sakit mendengar ceritanya, Ray hanya teman. Kenapa bisa seperti ini. Ya Allah..selama ini belum pernah aku merasakan seperti ini. Akankah setelah ini aku siap kehilangan teman yang sudah aku anggap kakakku sendiri' Ingin rasanya segera sampai kamar asrama curhat pada Ghea, tapi yang ada nanti malah jadi bahan bullyan teman-temannya. Sampai juga didepan asrama Nayya. " Sudah sampai Ray, aku duluan ya, malam ini aku mau langsung beristirahat. Makasih Ray" " Baik Nay, selamat beristirahat ya, sampai jumpa besok" " Iya Ray" Nayya segera membalikkan badan bergegas masuk asrama. Rayyan yang masih berdiri ditempat, menatap Nayya sampai menghilang dari pandangan. Rayyan merasa ada sesuatu dengan Nayya karena tidak biasanya Nayya seperti itu. Tiba-tiba terlihat tidak bersemangat. Ingin rasanya lebih lama bersama Nayya tapi jam menunjukkan pukul 21.05 waktunya masuk asrama untuk beristirahat. Malam ini Ray tidak menelpon Nayya karena sebelum berpisah Nayya bilang sesampainya di asrama ingin segera beristirahat. Perasaan Rayyan tidak tenang, sesampainya dikamar asramanya segera diketiknya pesan "Selamat beristirahat Nay, Terimakasih untuk hari ini". Nayya yang baru merebahkan tubuhnya segera mengecek hpnya yang berbunyi tanda ada pesan masuk. " Rayyan" ucapnya lirih. segera dibalasnya "Iya Ray sama-sama, ini sudah hampir terlelap. selamat beristirahat juga Ray". jawab Nayya berbohong. Rayyan yang membaca balasan pesan Nayya, lanjut menekan tombol panggilan. Nayya yang melamun kaget mendengar hpnya berdering beberapa kali tanda ada panggilan masuk. Dilihatnya layar hpnya, Nayya benar-benar malas untuk menerima. keadaan hatinya sedang tidak baik. setelah panggilan kesekian kali akhirnya Nayya menerimanya. "Assalamualaikum..iya Ray" jawabnya dengan suara pelan tidak seperti biasa. "Waalaikumsalam..sudah ngantuk banget Nay?" ucap Rayyan sambil tersenyum. Hati Rayyan mulai berbunga karena dari sikap Nayya yang berubah berarti Nayya mulai jatuh hati padanya. " Iya, Nay sudah ngantuk banget, ingin segera istirahat. Mohon maaf ya Ray, malam ini Nay belum bisa nemenin ngobrol. mungkin besok aja sepulang kuliah. Nay ijin istirahat duluan ya?" "Baiklah Nay, segeralah beristirahat, besok aku tunggu ya..Assalamualaikum". " Waalaikumsalam" jawab Nayya singkat dan segera memutuskan panggilannya. Nayya segera mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskan nya. Ingin rasanya bercerita panjang lebar kepada Ghea tapi takut malah dibully. ceritanya juga bisa berujung ejekan ciyeee dari Ghea. Nayya sulit tidur, dalam kepalanya hanya ada Rayyan Rayyan dan Rayyan tapi ditelinganya terus terngiang cerita Rayyan tentang keinginannya untuk segera melamar wanita pujaannya. 'Nay harus bagaimana ini?' Keesokan harinya seperti biasa Nayya bersiap untuk berangkat ke kampus. Hari ini Nayya memakai setelan kemeja warna merah marun dengan bawahan rok jeans warna cream dipadu dengan warna jilbab yang senada. memakai bedak bayi kesukaannya dengan sedikit olesan minyak kayu putih ditengkuk dan perutnya. taklupa menyemprotkan sedikit parfum dikanan kiri tubuhnya. Bermaksud segera berangkat tetapi Ghea yang tiba-tiba nongol disampingnya membuatnya kaget dan hampir menjatuhkan buku yang biasa dibawanya didepan d**a. Ghea yang melihat Nayya kurang bersemangatpun segera bertanya "Nay kamu kurang sehat kah? aku perhatikan sejak tadi kamu banyak melamun. kamu ada masalah?" Nayya yang menata kembali letak buku yang dibawanya hanya menggeleng. " ga pa pa kok Ghe..aku berangkat dulu ya? Assalamualaikum" segera berjalan cepat meninggalkan Ghea yang masih bengong melihat sikap Nayya. Nayya begitu gelisah sejak mendengar cerita Ray semalam. Sampai akhirnya muncul ide untuk curhat pada teman lamanya yang jauh dan sudah lama tidak bertemu. Dibukanya kantong tas, dicarinya kembali catatan nomor telpon yang pernah disimpannya. Sambil mendengarkan penjelasan dosen didepan kelas Nayya mengingat dibuku mana pernah mencatat nomor itu dengan maksud menelponnya sepulang kuliah. Nayya ingin menceritakan semua rasa gelisahnya. Di kuliah hari ini Nayya kehilangan fokus gara-gara seorang Rayyan, yah Rayyanka Sakya cowok menyebalkannya yang sudah mencuri hatinya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN