"Jangan sakiti aku lagi, kumohon," kata Bianca yang terus menangis dan histeris di dalam pelukan Dylan. "Ada Papa di sini, kamu jangan khawatir. Tidak akan Papa biarkan k*****t itu menyentuhmu meski hanya sehelai rambut!" kata Pak Hanggono sambil merengkuh tubuh Bianca ke dalam pelukannya. Kali ini ada sebuah nyeri yang teramat dalam menusuk jantung pria setengah baya itu. Bagaimanapun ia tidak tega melihat keadaan putri yang begitu di sayanginya merasa tersakiti dan ketakutan. Memang dia terlabat berada di samping Bianca, tapi kali ini dia berjanji tidak akan membiarkan orang yang telah membuat putrinya jatuh lolos begitu saja. Pak Hanggono menatap tajam ke arah Arlan yang masih terpaku melihat keadaan mantan kekasihnya. Dia sungguh tidak menyangka jika keadaan gadis yang per

