"Panggil penjaga sekarang!" perintah Pak Hanggono dengan suara yang begitu tegas dan masih memendam amarah serta keingina untuk menghajar pria yang masih berada di tangannya. Dia memang masih marah dan ingin meluapkan amarahnya itu. Tapi saat ini bukanlah saat yang tepat di mana putri kecilnya saat ini lebih membutuhkannya. Pak Hanggono tidak mau lagi menjadi ayah yang gagal karena membuat buah cintanya berada dalam situasi yang sulit. Dylan justru lebih dulu meninggalkan Pak Hanggono dan berlari ke arah kamarnya. Dia tidak lupa untuk menghubungi Wisnu dan berharap jika temannya itu tidak sedang sibuk agar segera sampai ke rumah. "Ada apa, Lan?" tanya Wisnu dari seberang telpon. "Arlan ke rumah dan Bia histeris." "Bagaimana bisa? Loe udah gue peringatin jangan sampai Bia kete

