Perlahan mata indah yang di hiasi bulu mata lentik itu terbuka menatap langit-langit kamarnya. Matanya masih terlihat sedikit sembab dan kantung mata terlihat jelas di sana, namun hal itu tidak menghilangkan kecantikan wajahnya. Bianca yang baru saja tersadar dari pengaruh obat penenang yang di berikan Wisnu langsung menatap pria yang ada di sampingnya. Laki-laki itu masih menangis dan terus mengharapkan jima dirinya mau membuka mata dan tersenyum seperti sedia kala. Ada satu rasa hangat yang mulai menjalar memasuki relung jiwanya. Sesuatu yang ia rasakan telah terlalu lama tidak menyapanya. Perasaan hangat itu sedikit demi sedikit menghapuskan sebuah luka yang telah menggores di hati dan jiwanya. "Dylan...," kata itu keluar dari bibir Bianca saat ia menyadari jika pria yang

