Empat Puluh Enam

1003 Kata

"Arlan...," kata Bianca dengan begitu lemah namun dapat di dengar oleh kedua orang tua serta suaminya. Dylan yang merasa penasaran dengan sosok pria yang telah membuat tambatan hatinya hancur segera mengedarkan pandangannya ke berbagai arah, dia berharap akan menemukan seseorang yang bernama Arlan meski dirinya tidak tahu bagaimana penampakan pria tersebut. Tapi sayang, dia hanya melihat beberapa keluar pasien dan dokter serta perawat di ruang UGD. Di sanapun tidak ada gerak-gerik seseorang yang mencurigakan, karena menurut pendapatnya, Arlan pasti akan mencoba menghindar dan menunjukkan sikap yang tidak wajar. "Tidak ada Arlan di sini Bi, kamu aman bersamaku," bisik Dylan di samping telinga Bianca. Bianca hanya menganggukkan kepalanya dan mencoba percaya pada pria yang sedari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN