Empat Puluh Tujuh

1016 Kata

Dylan berdiri di balkon kamar Bianca dengan wajah datar, sesekali di tatapnya langit malam bertabur bintang. Malam yang cerah seolah menjadi satu harapan bagi dirinya, namun di dalam hatinya yang terdalam tetap menyimpan ketakutan yang begitu besar. Dylan takut jika suatu hari nanti datang sebuah mimpi buruk yang akan membuat keadaan Bianca semakin parah. "Dyl...," terdengar suara Bianca memanggil nama suaminya dengan begitu lirih. Dylan segera membalikkan badannya dan masuk ke dalam kamar. Bianca memang telah menerimanya sebagai suaminya, dia membiarkan Dylan tidur di kamarnya, di kasurnya, tapi Dylan tidak pernah menyentuhnya karena terlalu takut jika hal itu akan membuat keadaan Bianca semakin buruk dan menguak trauma terbesarnya. "Iya Bi, kenapa?" tanya Dylan saat mendapat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN