Empat Puluh Satu

1015 Kata

Melihat keadaan Bianca yang jauh dari kata baik, Dylan pun langsung merangkul dan menengglamkan wajah cantik itu di dalam dadanya. Tidak berapa lama sebuah tangis yang begitu menyayat hati keluar dari diri Bianca. Dia menangisi keadaan yang selama ini terasa begitu menyesakkan dadanya, sesuatu yang tidak pernah dia keluarkan meski hanya sesaat. Dylan yang sebelumnya sudah diberitahukan oleh Wisnu mengenai perubah emosi yang cepat akan di alami oleh Bianca membuatnya hanya bersikap biasa. Dia hanya membelai rambut Bianca dengan sangat perlahan dan membiarkan istrinya larut dalam kesedihan yang selama ini telah membebani jiwa dan raganya. Bukan Dylan tidak mau menghentikan tangis Bia, hanya dia tahu bahwa menangis adalah salah satu jalan terbaik baginya untuk mengeluarkan semua e

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN