"Tolong... jangan biarkan Bianca di rawat di rumah sakit jiwa!" Permintaan Ibu Hanggono masih terdengar begitu jelas di telinganya. Perempuan yang sejak pertama kali bertemu sudah memperlihatkan keangkuhannya tiba-tiba saja mengeluarkan satu permohonan dengan air mata yang terus berderai. Sungguh hal itu di luar perkiraan Dylan sebelumnya. Sampai saat ini Dylan sendiri tidak tahu harus berbuat apa agar mimpi buruk ini segera berlalu dan gadisnya dapat kembali tersenyum seperti sebelum masuk rumah sakit. Dia hanya mampu menatap Bianca yang sedang tertidur pulas dengan begitu tenangnya. Hati dan pikirannya masih terus mencari celah agar dapat membuat cintanya kembali hidup normal seperti dulu. "Den... lebih baik Den Dylan tidur, Non Bia biar saya yang jaga," kata Mbak Inah yang

