Sebuah tangan yang sedikit keriput membuka pintu kamar yang di d******i dengan pernak-pernik bernuansa Barbie. Matanya yang sembab tanpa polesan make up sedikitpun terpaku pada sesosok gadis kecilnya yang tengah meringkuk di tubuh seorang pria. Napas putri semata wayangnya terlihat tenang naik turun bagai tiada beban yang menggelayuti dirinya. Pemilik mata sembab itu dengan sangat perlahan melangkahkan kakinya seolah khawatir jika gesekan sandal yang dia kenakan akan membuat Barbie-nya terbangun dan bersikap histeris lagi. Cukup sekali dia melihat kesayangannya histeris karena kesalahan yang telah di perbuatnya, dan dia tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama apapun alasannya. Cup... sebuah kecupan mendarat dengan sangat perlahan di kening Bianca yang sedikit berpeluh. Si

