Bianca menatap pantulan dirinya di cermin yang ada di kamarnya sambil sesekali menyisir rambutnya yang tergerai. Pikirannya masih terbayang pada apa yang dikatakan Dylan saat dia duduk di balik pohon tadi siang. 'Maukah kamu menikah denganku?' Satu kalimat pertanyaan itu terus terngiang di telinga Bianca. Dia masih belum memberikan jawaban apa-apa atas pertanyaan yang di lontarkan oleh Dylan. Hatinya masih terlalu bimbang untuk mempercayai apa yang dikatakan oleh Dylan. Dia terlalu takut jika Dylan akan membohonginya lagi dan menyia-nyiakan kepercayaan yang dia berikan. Di satu sisi Bianca tahu betul dengan arti pernikahan. Dia boleh trauma dan depresi atas apa yang telah di alaminya, tapi dirinya tidaklah bodoh sehingga tidak tahu seperti apa pernikahan itu. Dan dirinya sa

