Dua Puluh Delapan

1003 Kata

Dylan menatap ke arah Bianca yang sedang berdiri di ambang pintu penghubung tuang tamu dengan ruang keluarga, mata Bianca membulat tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya. Dylan yang beberapa hari ini dia percayai ternyata hanya ingin memanfaatkan keadaannya yang tidak berdaya. Sepertinya dia telah salah mempercayai lagi makhluk yang bernama laki-laki karena akhirnya dia sendiri yang terluka. Bulir bening mulai jatuh membasahi pipi Bianca. Sekejap dia menatap tajam ke arah Dylan sebelum akhirnya berlari meninggalkan Dylan dan Pak RW yang sedang berbincang-bincang. Bianca tidak ingin mengetahui apapun lagi dari pembicaraan kedua pria yang sudah menghempaskan kepercayaannya. "Bi... Bianca tunggu," kata Dylan mencoba memanggil Bianca dengan siara yang cukup keras. Bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN