Dua Puluh Enam

1040 Kata

Mentari mulai beranjak dari peraduannya dan menyinari semua yang ada di humi. Perlahan sinar kekuningan itu memasuki celah ventilasi yang ada di kamar Bianca hingga terjatuh pada mata seorang pria berhidung mancung yang tengah tertidur sambi memeluk Bianca dengan sangat erat. Semalam setelah Bianca tidak histeris karena mimpi buruknya dan tidak dapat tertidur kembali, Dylan memutuskan untuk memeluk tubuh Bianca dengan erat. Dia berusaha untuk meyakinkan Bianca bahwa siapapun yang ada di dalam mimpinya itu tidak akan menyakiti Bianca selama Dylan berada di sampingnya. "Hhhmmm...," gumam Dylan sambil mengucek matanya dengan sebelah tangannya yang bebas. Sebelah tangan Dylan memang tidak dalam keadaan bebas karena Bianca menindihnya. Tapi hal itu tidak membuat Dylan keberatan, di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN