"Aku ingin memelukmu erat tanpa sekat. Seperti rasa rinduku yang teramat sekarat." *** "Diem di sini!" Yoga mengikat Delima di kursi. Kedua kakinya dan kedua tangannya sama sekali tak bisa berkutik. Dia membawa Delima kabur dari Hotel, karena ia menerima berita dari anak buahnya. Kalau Markus dan Vanesa. Sudah mengetahui keberadaannya. "Tangan dan kaki gue sakit banget Yog." Ujar Delima, terlihat meringis. Yoga tidak menjawabnya, ia hanya menatap gadis itu. Menghampirinya, kemudian mencium keningnya. "Kita bakal aman di sini," ujarnya, mengusap kepala gadis itu seolah yang ia lakukan adalah cara yang tepat untuk penyelamatan. Delima menggeleng, "Gue mau pulang Yoga," "Gue bakal ngasih apapun yang lo mau, tetep tinggal sama gue." "Gue mau pulang," "Gue enggak akan nyakitin lo.

