Yoga berusaha membuka matanya. Entah siapa yang telah berani memukul kepalanya dari belakang tadi. Ketika ia hendak membeli bahan makanan. s****n__Yoga berusaha berdiri. "Gimana kepala lo?" Suara familiar seorang perempuan menginterupsinya. Yoga melihat Vanesa berdiri menatapnya. "Lo ngapain Van? Lo yang mukul kepala gue?" Yoga perlahan berdiri. "Menurut lo?" Vanesa bersidekap d**a. Ia memang memukul kepala laki-laki itu ketika memergoki Yoga keluar dari gedung tua itu. Beruntung ia punya anak buah yang cerdas. Sehingga salah satu di antara mereka mengikuti keberadaan laki-laki itu. "Apa salah gue Van?" Sudah Vanesa duga. Kalau Yoga ini akan berpura-pura tidak bersalah. "Lo tanya sendiri pada diri lo, apa sebenarnya salah lo?" Yoga tersenyum kecil,"Ok, gue tahu siapa lo Van. Lo cewe

