Meski mata ini tak bisa melihatmu dengannya. Meski raga ini menjerit saat kau menyentuhnya. Tapi siapa aku, aku hanya seorang gadis tak sempurna seperti dirinya. Aku.... mundur. __Delima__ **** "Gue gak akan mati. Sebelum lo mati!" Kalimat Vanesa membuat Delima tersenyum di sela-sela air matanya. Kemudian gadis itu berlari dan menubruknya. Dia menangis untuk kesekian kalinya. "Makasih.... vanesa .... makasih...." gadis polos itu membuat Vanesa terkekeh. "Cowok lo kayanya mau mati, Del." Canda Vanesa. Meski seluruh tubuhnya terasa remuk. Ia masih bisa mengusap kepala gadis itu penuh sayang. "Markus...." Delima segera menghampiri Markus. Laki-laki itu saat ini sudah berdiri. Kemudian menendang ke tujuh laki-laki yang saat ini terkapar karena tembakan hebat Vanesa. "s****n! Kepal

